INKONTINENSIA ALVI PADA LANSIA PDF

Lansia mengalami kemunduran atau perubahan morfologis pada otot yang menyebabkan . Prevalensi IU secara signifikan (p pada populasi usia lanjut LUTS, batuk kronis, dan inkontinensia alvi memiliki efek paling. Pendahuluan: Insiden jatuh pada lansia menjadi masalah serius bagi pasien rawat inap yang dengan keterbatasan aktivitas. . Gangguan eliminasi ( inkontinensia, nokturia, frekuensi eliminasi) .. eliminasi alvi sebagai dampak pemberian.

Author: Mern Kajigore
Country: Turkey
Language: English (Spanish)
Genre: Finance
Published (Last): 10 December 2014
Pages: 474
PDF File Size: 4.32 Mb
ePub File Size: 16.84 Mb
ISBN: 243-2-92410-705-7
Downloads: 32443
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Bralrajas

Inkontinensia urin

Proses normal dari defekasi melalui reflek gastro-kolon. Anorektal adalah akhir kaudal dari traktus gastrointestinal, yang bertanggung jawab pada kontinensia fekal dan proses defekasi. Tapi itu tidak berlaku bagi orang yang mengalami inkontinensia tinja,kejadian BAB lansai celana itu berulang-ulang dan kronis.

Fungsi usus tergantung pada keseimbangan beberapa faktor, pola eliminasi dan kebiasaan Berman, et. Laneia ini berguna bagi penderita-penderita dengan gangguan sensasi anal kanal, mereka yang memiliki penyakit neurologis, dan mereka yang di menjalani perawatan atau mengalami imobilisasi. Kopi yang mengandung kafein meningkatkan respons gastro-kolonik dan meningkatkan motilitas kolon, dan menginduksi sekresi cairan pada usus halus. Kelemahan – Instruksikan pasien 18 untuk makan rendah serat, tinggi protein dan tinggi kalori jika memungkinkan.

Inkontinensia urin – [PPTX Powerpoint]

Bagaimana penatalaksanaan inkontinensia alvi? Sebaliknya, epitelium rektum tidak menunjukkan ujung saraf yang terorganisir. Patofisiologi Integritas neuromuskular dari rektum, anus, dan otot-otot dasar panggul membantu mempertahankan kontinensia fekal normal.

Faktor psikologik Kebiasaan 10 6. Sumbat anus sekali pakai yang inovatif telah dirancang untuk oklusi sementara anal kanal. Kebanyakan waktu kontinensia dipertahankan oleh keadaan dibawah sadar sub consioustetapi inkontknensia volunter juga mempunyai peranan penting dalam penundaan pengeluran feces selama keadaan tak menyenangkan. Sumbat anus, pemadat masa sfingter sphincter bulkersd.

  ENDODONTIE CLINICA SI PRACTICA PDF

Kesimpulan Inkontinensia alvi merupakan hilangnya kemampuan otot dalam mengontrol pengeluaran feses yang melalui sfinkter anus akibat kerusakan sfinkter. Saraf aferen khusus untuk sentuhan, dingin, regangan, dan gesekan melayani ujung saraf terorganisir tersebut.

Parks, Henry dan Swash dalam penelitiannya seperti dikutip oleh broklehurst padda,menunjukkan berkurangnya unit — unit yang berfungsi motorik pada otot — otot daerah sfingter dan pubo-rektal, keadaan ini menyebabkan hilangnya reflek anal, berkurangnya sensasi pada anus disertai menurunnya tonus anus. Seiring dengan meningkatnya angka kejadian inkontinensia urin, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi pula peningkatan angka kejadian inkontinensia alvi.

Inkontinensia alvi akibat gangguan kontrol persyarafan dari proses defekasi inkontinensia neurogenik. Bagaimana asuhan keperawatan pasien dengan inkontinensia alvi? Repair sfingter secara overlapping sebagaimana dijelaskan oleh Parks dilakukan dengan membuat incisi melengkung di anterior anal kanal dengan mobilisasi sfingter ani eksterna, membebaskannya dari jaringan parut, preservasi lansoa parut untuk menautkan jahitan, dan overlapping repair menggunakan dua baris jahitan.

Pada suatu meta analisis, dilaporkan bahwa tidak terdapat cukup data untuk menarik kesimpulan yang bermakna terkait efikasi terapi ini. Bagaimana gejala inkontinensia inkontinenisa Untuk mengetahui pengertian inkontinensia alvi. SITE To ensure the functioning of the site, we use cookies. Defekasi, seperti halnya berkemih, adalah proses fisiologik yang melibatkan koordinasi sistem saraf, respon refleks, kontraksi otot polos, kesadaran cukup serta kemampuan mencapai tempat buang air besar.

Askep Inkontinensia Alvi – PDF Free Download

Eliminasi fecal atau defekasi merupakan proses pembuangan metabolisme tubuh yang tidak terpakai. Untuk memperbaiki kekuatan otot sfingter ani; 2. Untuk itu diperlukan penanganan yang sesuai baik untuk inkontinensia urin maupun inkontinensia alvi, agar tidak menimbulkan masalah yang lebih sulit lagi sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Saraf- saraf tersebut berperan dalam sensasi distensi dan regangan dan memediasi respon untuk relaksasi serta kontraksi visero-viseral dan ano-rektal.

  DENIS WAITLEY PSICOLOGIA GANADOR PDF

Karenanya, mengurangi konsumsi kafein, terutama setelah makan dapat membantu mengurangi urgensi postprandial dan diare. Penatalaksanaan Penderita dengan Inkontinensia Fekal Tujuan terapi untuk penderita-penderita dengan inkontinensia fekal adalah untuk mengembalikan kontinensia dan untuk memperbaiki kualitas hidup.

Anatomi Anal Kanal dan Rektum 8 Gambar 1.

Inkontinensia alvi merupakan hal yang sangat mengganggu bagi penderitannya, sehingga harus diupayakan mencari penyebabnya dan penatalaksanaannya dengan baik. Pada studi lainnya, sesi terapi selama menit diberikan dua kali sehari selama 12 minggu, tetapi perbaikan hanya diamati 13 pada 2 dari lanisa penderita dan tidak ada perubahan pada tekanan sfingter.

Askep Inkontinensia Alvi

Ultrasound, yakni anal endosonography Merupakan metode pemeriksaan terhadap morfologi dari internal anal sphicter IASextrenal anal sphicter EASpuborektalis dan septum rektovaginal. Kemampuan sensor menumpul dan tidak dapat membedakan antara flatus, cairan atau feses.

Inkontinensia alvi karena hilangnya reflek anal Inkontinensia alvi ini terjadi akibat karena hilangnya refleks anal, disertai kelemahan otot-otot seran lintang.

Pada penderita-penderita dengan inkontinensia akibat sfingter ani yang lemah tetapi utuh, repair postanal telah dicoba. Merangsang peristaltik usus, sehingga peristaltik usus 4. Etiologi Inkontinensia Alvi Penyebab utama inkontinensa inkontinensia alvi adalah masalah sembelit, penggunaan pencahar yang berlebihan, gangguan saraf seperti dimensia dan stroke, serta gangguan kolorektum seperti diare, neuropati diabetik, dan kerusakan sfingter rektum.